Sunat Bludino

Layanan Sunat Perbaikan

Sunat Perbaikan: Pengertian, Manfaat, Waktu Terbaik, Perawatan, dan Risiko

Sunat perbaikan (rekhitan atau revisi sunat) adalah prosedur medis untuk memperbaiki hasil sunat sebelumnya yang dianggap kurang sempurna atau menimbulkan masalah. Prosedur ini dilakukan ketika sunat pertama menyebabkan komplikasi, hasil estetika yang buruk, atau tidak mengangkat kulup secara optimal.

Sunat perbaikan bisa dilakukan pada anak-anak maupun dewasa, tergantung dari kebutuhan medis atau kosmetik.

Manfaat Sunat Perbaikan

  1. Mengatasi Masalah Hasil Sunat Sebelumnya
    Sunat perbaikan memperbaiki kesalahan atau hasil yang kurang sempurna dari prosedur sebelumnya.

  2. Meningkatkan Fungsi dan Kebersihan
    Kulup sisa atau lengket bisa mengganggu kebersihan dan meningkatkan risiko infeksi. Perbaikan dapat menghilangkan hambatan tersebut.

  3. Meningkatkan Estetika dan Kepercayaan Diri
    Bentuk penis yang lebih rapi pasca sunat perbaikan dapat meningkatkan kepercayaan diri, terutama pada anak yang mulai tumbuh besar atau pada pria dewasa.

  4. Mencegah Komplikasi Berulang
    Seperti peradangan berulang, infeksi kulit, atau rasa nyeri saat buang air kecil atau ereksi.

Waktu Terbaik untuk Sunat Perbaikan pada Anak

Sunat perbaikan tidak bisa dilakukan segera setelah sunat pertama. Tubuh memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya sebelum menjalani prosedur lanjutan.

Waktu ideal:

  • 3–6 bulan setelah sunat pertama, tergantung dari kondisi luka dan jaringan parut.

  • Jika terdapat infeksi atau peradangan, perbaikan harus menunggu sampai kondisi tersebut benar-benar sembuh.

  • Pilih waktu libur sekolah atau saat anak tidak memiliki aktivitas berat agar proses pemulihan tidak terganggu.

Sebelum menentukan waktu perbaikan, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter bedah atau dokter anak yang berpengalaman dalam sunat perbaikan.

Perawatan Pasca Sunat Perbaikan

Perawatan setelah sunat perbaikan hampir serupa dengan sunat pertama, namun memerlukan kehati-hatian lebih karena jaringan yang dioperasi sudah pernah mengalami trauma sebelumnya.

Tips perawatan:

  1. Jaga Luka Tetap Kering dan Bersih
    Bersihkan area luka sesuai instruksi dokter dan hindari kelembapan.

  2. Gunakan Celana Longgar atau Sarung
    Hindari tekanan atau gesekan pada area luka.

  3. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran
    Antibiotik dan pereda nyeri biasanya diberikan untuk mencegah infeksi dan meredakan nyeri.

  4. Pantau Proses Penyembuhan
    Segera konsultasikan jika terlihat gejala infeksi seperti bengkak berlebih, nanah, atau demam.

  5. Batasi Aktivitas Fisik
    Anak sebaiknya istirahat total selama 2–5 hari dan menghindari aktivitas berat selama 1–2 minggu.

Risiko Sunat Perbaikan

Meskipun sunat perbaikan aman jika dilakukan oleh tenaga medis ahli, tetap ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Perdarahan ringan

  • Infeksi luka

  • Bekas luka yang menebal atau keloid

  • Nyeri pasca operasi

  • Risiko luka tidak sembuh sempurna jika jaringan sudah rusak berat

  • Kebutuhan revisi ulang jika hasil belum maksimal

Risiko tersebut sangat jarang terjadi jika prosedur dilakukan secara tepat dan dengan perawatan yang benar.